Bagai dejavu yang tidak pernah berakhir, kita kembali ke penghujung tahun. Saat ini semua orang seakan berlomba membuat resolusi tahun baru paling dasyat untuk mereka taklukkan di 2012. Aku sendiri sudah tahu apa saja yang aku inginkan. Hanya saja yang aku inginkan terlalu banyak sehingga aku bingung mana yang kira-kira akan aku kejar untuk diwujudkan.
Sebutlah satu bidang: pendidikan. Dari bidang ini saja aku menginginkan mengambil gelar Certified Financial Planner®, Certified Hypnotherapist, Certified Human Resource Professional, M.Div., dan terakhir ingin sekolah fotografi. Banyak ya? Saking banyaknya hingga saat ini aku belum tahu yang mana yang akan aku ambil terlebih dahulu.
Lalu ada berbagai keinginan yang rasanya harus aku pilih salah satu. Antara membeli kendaraan, menerbangkan orangtua berlibur, dan aku ingin sekali keliling Eropa tahun ini.
Kalau bicara dari segi fotografi. Selain tentunya aku ingin sekolah foto, aku memiliki mimpi yang mungkin hanya aku yang punya. Aku mengagumi seorang iPhoneographer, fotografer dengan mempergunakan iDevice, yang aku temui melalui Instagram. Walau fotoku pernah beberapa kali di-like olehnya, tetapi ia hanya mem-follow orang-orang tertentu yang ia idolakan. Targetku tahun depan ialah aku harus di-follow olehnya!
Menulis beda lagi. Aku memang sangat suka menulis tetapi aku tidak terlalu ingin membuat target yang besar di bidang ini. Alasannya karena aku tetap ingin menulis di saat aku merasa nyaman dan tidak dikejar deadline. Meskipun demikian, aku juga tidak menutup peluang apabila ada yang ingin mempergunakan jasaku. Aku juga tidak terpikir untuk meneruskan sekolah di bidang ini. Menurutku menulis itu tidak perlu sekolah khusus, cukup dengan membiasakan membaca dan memperluas wawasan serta pergaulan.
Pekerjaan utamaku bagaimana? Pertanyaan bagus. Saat ini belum terpikir untuk menetapkan target tertentu di 2012. Aku ingin mencoba menjalani sebisaku dulu dan mencari kenyamanan serta kecintaan terhadap pekerjaan ini. Aku tidak ingin memaksakan diriku untuk bekerja seperti tahun ini karena pada akhirnya aku sendiri yang muak dan ternyata hasilnya tidak baik.
Apapun yang aku kerjakan harus aku kerjakan dengan perasaan nyaman dan kecintaan terhadap pekerjaan itu. Bila tidak bagaimana aku bisa mempersembahkan itu untuk Tuhan? Aku mencoba memaksimalkan semua potensiku baik di pekerjaanku, saat menulis, saat memotret, dan saat berorganisasi di Gereja. Memang sangat tidak ‘kolerik melankolik’ tetapi rasanya aku ingin tahun 2012 go with the flow saja.