Feeds:
Posts
Comments

“Creativity has no limit.” Zoel Cholid (@zoelcholid) said that photography is an art, creativity in delivering a message, even though technique is important, but it’s not as important as the photographer’s taste.

Zoel learned how to use camera through books, friends, and internet. As the Executive Producer and Film Director of Pirate Pictures Indonesia, capturing moments and delivering a message are his bread and butter.

In the world of Instagram, besides being a member of @iPhonesia, iDevice Photographer Indonesia, Zoel is also the founder of @istrie, The Indonesian Street Photographie. His passion is in human interest, how to capture people’s expression, seeing, feeling and reading their mind through their body language and also still objects, how to make things come alive, “because picture speaks louder than words,” he added.

[Written for Daily Portugal]

Panggilan

Selama hidupku, aku seringkali mendengar tentang ‘panggilan’. Baik dari Alkitab, dari kotbah, hingga di keseharian. Selama ini pula aku menjalani hidupku dengan apa yang aku anggap baik, walau itu belum tentu benar. Kadang sesuai kata hati, kadang berlawanan.

Suatu hari di bulan November lalu aku merasakan sebuah panggilan dari hatiku. Panggilan ini begitu kuatnya hingga rasanya tidak mungkin bila tidak aku ikuti. Ini adalah ketika aku tergerak untuk menulis sesuatu mengenai sebuah komunitas yang baru aku masuki.

Mengerjakan apapun pasti ada enak dan tidak enaknya. Ketika aku menjalani hal ini, setidak enak apapun rasanya bisa aku lalui. Mungkin karena panggilan itu. Rasanya menyenangkan meski disaat paling menyebalkan sekalipun.

Tidak terasa setelah dua bulan aku jalani, banyak hal lain yang berdatangan tak henti-hentinya. Salah satunya aku diminta untuk mengasuh sebuah kolom di sebuah website. Dan ini untuk pertama kalinya aku dibayar untuk menulis. Luar biasa! Aku tidak berpikir bahwa aku akan secepat ini bisa menghasilkan uang melalui tulisanku.

Dari sini aku mengerti bahwa sebuah panggilan adalah dorongan yang kuat dari hati yang tidak akan hilang hingga kita penuhi.

Lalu beberapa hari ini seperti ada satu hal baru yang tercetus di pikiranku. Aku ingin menulis biografi seorang teman. Tidak peduli siapa dia menurut orang lain, bahkan menurut dirinya sendiri dia bukanlah siapa-siapa tetapi bagiku dia adalah seorang yang istimewa. Karyanya dan sepenggal cerita hidupnya sangat menarik. Menurutku setiap manusia itu unik. Mereka memiliki kehidupan yang berbeda dan tiada duanya. Bedanya hanya dari mata yang memandangnya.

Aku menanyakan ke diriku, apakah ini juga panggilanku? Atau hanya sebuah eforia yang akan habis ketika hadir sebuah ‘mainan baru’ lainnya?

Quote 01.14.12

” Make yourself worth. You’re the only one who can upgrade your value..”

Farewell

Ini malam terakhir Rainhard di Jakarta. Hari-hari selama 10 tahun ini terasa berlari. Kami telah melalui banyak sekali waktu bersama hingga rasanya tidak mungkin untuk menyebutkan semuanya satu per satu. Dari tawa, tangis, jatuh cinta, patah hati, makan pagi-siang-malam, nonton, hingga road trip pernah kami lalui bersama.

Rainhard adalah sahabatku yang paling dekat, teman terbaikku. Besok ia akan pergi ke Itali untuk bersekolah dan aku bahkan tidak tahu apakah aku bisa bertemu dengannya sebelum ia pergi atau berkunjung ke sana di tahun ini. The idea of not having him is killing me.

Walau telah kenal selama 10 tahun dan berteman baik sejak 2 tahun kemudian, aku baru merasakan benar-benar dekat dengan Rainhard 2 tahun yang lalu. Tepatnya waktu aku putus dengan mantanku. Ketika itu lokasi kantorku cukup dekat dengan kantor Rainhard. Walau sibuk bukan main, hampir tiap malam selama 2 bulan Rainhard menemaniku sepulang kantor. Kami tidak banyak berbicara tetapi ia menemaniku makan dan nonton hingga keadaanku perlahan pulih. Sejak saat itu, kami seakan tidak bisa dipisahkan. Semua orang tahu bahwa dia sahabatku. Yang tidak tahu, pasti mengira kami berpacaran.

Tahun lalu sebenarnya kami mengalami banyak pasang surut. Kesibukan kami mengurus bisnis kami masing-masing tidak memungkinkan kami untuk banyak bertemu. Kalaupun bertemu hampir selalu dalam keadaan lelah luar biasa hingga kami tidak bisa menikmati kebersamaan kami.

Kami aslinya bersahabat berempat. Bersama Nana dan Husni, kami berempat bagaikan empat sekawan yang memiliki love-hate relationship. Husni telah lebih dahulu meninggalkan kami untuk bekerja di Bali hingga sekarang hanya ada aku dan Nana. Aku sungguh berharap bisa lebih banyak meluangkan waktu bersama Nana tahun ini dan pergi ke Itali untuk menemui Rainhard musim gugur nanti.

Aku selalu merasa tahun 2012 akan jadi tahun yang luar biasa tetapi aku tidak pernah mengira bahwa aku akan melaluinya tanpa kehadiran sahabat terbaikku. So long my dearest friend. I will surely be missing you.

Love. Theda.

Happy 2012

Tahun baru, lembaran baru. Hujan membangunkan aku dari tidur di pagi ini. Banyak hal yang langsung merasuki pikiranku. Pertama adalah mimpiku yang sangat aneh, diikuti dengan rasa nyeri yang masih sangat kental dari bekas jahitan di perut bagian kanan bawah.

Tahun 2011 telah aku lalui dengan gilang gemilang. Orang lain mungkin tidak melihat demikian, tetapi aku membiasakan diri untuk melihat hal positif dari segala yang kulalui. Bagiku tidak ada hal yang perlu disesali. Semua yang terjadi pastilah terjadi untuk tujuan yang baik. Aku belajar untuk belajar dari setiap kejadian yang terjadi.

Bulan terakhir di 2011 telah aku sisihkan untuk ‘bermain’ sebulan penuh. Aku memutuskan untuk tidak mencari uang, melainkan melakukan berbagai hal yang aku gemari seperti menulis, memotret, dan organisasi. Operasi di akhir tahun menutup semuanya dan menyadarkanku dari tidurku.

Saat ini aku tidak sabar untuk kembali beraktifitas. Aku memiliki banyak agenda yang harus aku jalani. Mengejar berbagai target pribadi di Prudential, mengurus retreat pemuda di Gereja, mengambil beberapa sertifikasi, mengurus operational sebuah perusahaan HR Consultant, dan menulis untuk beberapa website. Aku berani bertaruh tahun ini akan jadi sangat menakjubkan!

Aku berharap tahun ini aku bisa keliling Eropa seperti yang aku rencanakan dua tahun lalu dan aku bisa mengirim orangtuaku berlibur ke tempat yang mereka impikan. :) Semoga tahun ini penuh dengan berkat bagi seluruh keluarga dan para sahabatku.

Happy 2012. God speed! :D

Best Moment 2011

Hari ini teman-teman iPhonesia berlomba menampilkan foto Best Moment 2011 versi diri mereka masing-masing. Entah mengapa instameet kali ini aku tidak merasa ingin ikutan. Aku malah ingin menuliskannya. :)

Banyak hal luar biasa terjadi di tahun ini. Berbagai hal itu termasuk pencapaianku di Prudential, bergabungnya aku dengan iPhonesia, menang kompetisi foto, dan sebagainya. Tetapi tidak tahu kenapa saat terbaik yang bisa aku pikirkan adalah setiap saat yang aku habiskan bersama sahabatku, Nana dan Rainhard.

Pertemuan kami yang terakhir terjadi kira-kira dua minggu yang lalu. Saat itu kami berencana untuk makan bersama di Senayan City dalam rangka ulang tahun Nana yang telah lewat di bulan November. Setelah memilih-milih restoran, kami memutuskan untuk makan di Spageddies.

Out of nowhere, kalau tidak salah, Nana mengusulkan untuk tukar kado. “Wah ide bagus,” pikirku. Aku lalu mengusulkan agar tukar kado dilakukan saat itu juga. Mengingat empat hari kemudian Nana mudik ke Jogja hingga 8 Januari sedangkan hari itu Rainhard terbang ke Milan untuk sekolah.

Peraturan pun dibuat. Satu jam, 150ribu. Aku mencarikan untuk Rainhard, Rainhard untuk Nana, dan Nana untukku. Lewat satu jam kami bertemu kembali untuk bertukar. Saat itu terus terang aku tidak konsen karena fokusku terpecah sambil memotret pohon Natal untuk 1mxtrees. Tapi bila diingat, hal itu merupakan saat paling menyenangkan yang aku alami sepanjang tahun ini.

Ternyata bukan prestasi, bukan uang, bukan juga penghargaan yang terpenting bagiku, melainkan persahabatanku dengan Nana dan Rainhard. Thanks guys, for being my best in 2011.

Love you both deeply :*

Keluarga Besar iPhonesia

Pada tanggal 21 Desember lalu, ada 73 orang iPhonesian memadati Burger King Pondok Indah Mall 1. Saat itu saya, @btheda, dan Rino Hermadi @rinohermadi memang sengaja mengajak teman-teman iPhonesian untuk miring (mini gathering).

Berawal dari pasca kegiatan iPhonesia di PictFest, saya dan Rino ingin mengumpulkan beberapa teman iPhonesian yang tinggal di Jakarta Selatan untuk miring. Tujuannya hanya satu, yaitu supaya kenal tetangga sendiri. Di luar milis sebenarnya Rino sudah berhasil mengumpulkan 8 orang, tetapi saya menyarankan agar kegiatan ini dimasukkan saja ke milis supaya lebih meriah. Dari target sekitar 20 orang, pendaftar terus bertambah ke-30, 40, hingga 50 orang. Tidak disangka yang hadir akhirnya berjumlah 73 orang, lebih banyak dari Photowalk Passer Baroe yang ‘hanya’ dihadiri oleh 65 orang.

Jadilah mini gathering ini tidak lagi mini. iPhonesian yang datang pun ternyata tidak hanya dari Jakarta Selatan. Walaupun acara dimulai pk.19.00, sejak pk.15.00 sudah ada beberapa iPhonesian yang sudah tiba di Pondok Indah Mall. Mereka datang dari Jakarta Pusat, Barat, Timur, Bandung, hingga Menado. “Kayanya kita udah ga bisa bikin ‘miring’ lagi nih,” Aries Lukman @arieslukman, Founder iPhonesia, berkomentar.

Dedicated Photographers: @prassprasetio & @rinohermadi

[Ditulis untuk iPhonesia]

iPhonesian di depan Gereja Kathedral

Komunitas iPhoneography terbesar di Indonesia, iPhonesia, kembali mengadakan photowalk pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2011 lalu. Photowalk yang bertajuk “iPhonesia with simPATI Photowalk Passer Baroe” ini dimulai dari Stasiun Gambir tepatnya pada pukul 14.30. Setelah pembagian kaos dan briefing, para peserta yang terdiri dari 65 orang ini mulai berjalan berkelompok.

Briefing di Stasiun Gambir

Perjalanan mengambil rute Gereja Kathedral – Passar Baroe – Lapangan Banteng lalu kembali lagi ke Stasiun Gambir. Saat photowalk para peserta tidak hanya memotret tanpa tujuan, moderator iPhonesia bersama simPATI sudah menyiapkan tantangan dan hadiah untuk dimenangkan. Ada tiga kategori foto yang bisa mereka jepret untuk memenangkan hadiah 3 voucher simPATI senilai Rp.500.000 dan sebuah baterai box untuk juara favorit. Kategorinya adalah arsitektur, candid human interest, dan candid moderator iPhonesia.

Setelah selesai berjalan selama kurang lebih 2,5 jam, para peserta berkumpul di Kedai Tjikini. Mereka diberi kesempatan untuk mengedit foto-foto mereka sambil menikmati kopi yang telah disediakan oleh simPATI. Kemudian para moderator iPhonesia yang terdiri dari Aries Lukman @arieslukman, Riswan Christanto @jakontil, Ivan Sutanto @pongkipong, dan Arslan Yatim @sialan_ menjuri ke-174 foto yang sudah disubmit oleh para peserta.

Tantangan dimenangkan oleh Roy Pardomuan @roy_raja, Benita Theda @btheda, dan Anglia Ayudina @angliayudina yang masing-masing mendapatkan voucher simPATI sebesar Rp.500.000, serta Yannis Pratasik @photolucu sebagai juara favorit mendapatkan baterai box. Kemudian acara ditutup dengan penyerahan hadiah oleh simPATI yang diwakili oleh Rajasa Adhi @rajasaadhi.

Pemenang iPhonesia with simPATI Photowalk Passer Baroe

[Ditulis untuk iPhonesia dan gopego.com]

Resolusi oh Resolusi

Bagai dejavu yang tidak pernah berakhir, kita kembali ke penghujung tahun. Saat ini semua orang seakan berlomba membuat resolusi tahun baru paling dasyat untuk mereka taklukkan di 2012. Aku sendiri sudah tahu apa saja yang aku inginkan. Hanya saja yang aku inginkan terlalu banyak sehingga aku bingung mana yang kira-kira akan aku kejar untuk diwujudkan.

Sebutlah satu bidang: pendidikan. Dari bidang ini saja aku menginginkan mengambil gelar Certified Financial Planner®, Certified Hypnotherapist, Certified Human Resource Professional, M.Div., dan terakhir ingin sekolah fotografi. Banyak ya? Saking banyaknya hingga saat ini aku belum tahu yang mana yang akan aku ambil terlebih dahulu. :D

Lalu ada berbagai keinginan yang rasanya harus aku pilih salah satu. Antara membeli kendaraan, menerbangkan orangtua berlibur, dan aku ingin sekali keliling Eropa tahun ini.

Kalau bicara dari segi fotografi. Selain tentunya aku ingin sekolah foto, aku memiliki mimpi yang mungkin hanya aku yang punya. Aku mengagumi seorang iPhoneographer, fotografer dengan mempergunakan iDevice, yang aku temui melalui Instagram. Walau fotoku pernah beberapa kali di-like olehnya, tetapi ia hanya mem-follow orang-orang tertentu yang ia idolakan. Targetku tahun depan ialah aku harus di-follow olehnya! :D

Menulis beda lagi. Aku memang sangat suka menulis tetapi aku tidak terlalu ingin membuat target yang besar di bidang ini. Alasannya karena aku tetap ingin menulis di saat aku merasa nyaman dan tidak dikejar deadline. Meskipun demikian, aku juga tidak menutup peluang apabila ada yang ingin mempergunakan jasaku. Aku juga tidak terpikir untuk meneruskan sekolah di bidang ini. Menurutku menulis itu tidak perlu sekolah khusus, cukup dengan membiasakan membaca dan memperluas wawasan serta pergaulan.

Pekerjaan utamaku bagaimana? Pertanyaan bagus. Saat ini belum terpikir untuk menetapkan target tertentu di 2012. Aku ingin mencoba menjalani sebisaku dulu dan mencari kenyamanan serta kecintaan terhadap pekerjaan ini. Aku tidak ingin memaksakan diriku untuk bekerja seperti tahun ini karena pada akhirnya aku sendiri yang muak dan ternyata hasilnya tidak baik.

Apapun yang aku kerjakan harus aku kerjakan dengan perasaan nyaman dan kecintaan terhadap pekerjaan itu. Bila tidak bagaimana aku bisa mempersembahkan itu untuk Tuhan? Aku mencoba memaksimalkan semua potensiku baik di pekerjaanku, saat menulis, saat memotret, dan saat berorganisasi di Gereja. Memang sangat tidak ‘kolerik melankolik’ tetapi rasanya aku ingin tahun 2012 go with the flow saja. :)

1mxtrees

1mxtrees is a one million Christmas trees project by my friend, Chris Prakoso. The goal is to collect one million Christmas trees by Dec 25th via Instagram, an iPhone app. Chris offers some great prizes like tripods and lenses. To win it you have to collect as many Christmas trees as you could and post it in Instagram with #1mxtrees in just 4 weeks.

This project was originally created last year when Chris made a 1kxtrees challenge, also in Instagram. At that time, Instagram was just launched and made collecting a thousand trees in just 2 weeks seems too much. But he made it anyway. All participants collected 1,101 Christmas trees!

It’s been a week now since Chris started the challenge and the participants has only collected more than 3,800 Christmas trees. I, myself, have submitted almost 50 Christmas trees. In a way it’s much more than last year, but for a million, it’s still too far. Has Chris set the bar to high? Will it be possible to collect another 999,996,200 in less than 3 weeks?

To know more about the project and more important, to join it, please open Instagram user ID @1mxtrees or Chris’ page @mahadewa or check out the project’s website. Let’s make this Christmas even merrier with a large dose of trees!! :D

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.